Kamis, 26 November 2009

Pendekatan Bioteknologi Molekuler

Pendahuluan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan salah satu penentu kemajuan suatu bangsa yang tidak hanya bermanfaat untuk pemenuhan kesejahteraan fisik, tetapi juga berpengaruh pada tercapainya kondisi kenyamanan, keamanan pada diri individu yang menghuni alam semesta (Negara), Kebutuhan primer akan hidup manusia, seperti makan, minum tidak lepas akan tersedianya sumber daya alam yang dimiliki dan yang diusahakannya. Demikian juga keamanan dan kenyamanan individu warga Negara, tentunya berhubungan erat dengan perangkat keamanan suatu bangsa. Kedua hal tersebut sangat erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh bangsa atau Negara tersebut. Arti penting dari eksistensi ilmu pengetahuan dewasa ini, tidak lepas dari peran para ilmuwan tempo dulu yang telah dengan gigihnya memulai dan meletakan konsep-konsep dasar ilmu pengetahuan baik yang bersifat eksata (Ilmu Pasti) maupun ilmu social ataupun humaniora. Ilmu dasar (seperti fisika kimia dan biologi) yang semula dikembangkan dengan alat//pendekatan yang relative sederhana hingga sekarang dengan pengembangan alat yang lebih canggih /rumit sehingga telah memungkinkan untuk menguji fenomena-fenomena alam yang dulu masih samar-samardiketahui, sekarang telah dapat dibuka dan dibuktikan dengan relative gamblang dan terus perlu pengembangan yang tiada henti sampai dengan bantuan penemuan-penemuan alat canggih yang berukuran sangat kecil atau dengan teknologi nano.

Begitu pentingnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam menjaminkelangsungan suatu bangsa. Lebih ekstrem lagi, Ilmu Pengetahuan dan teknologidapat disamakan/diibaratkan sebagai pemegang kekuasaan. Dengan kata lainbahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah penentu dan bersifat lebihmendahului tentang masalah politik dan militer. Meskipun Ilmu Pengetahuandipandang sebagai sesuatu yang mutlak dipertahankan dan dikembangkan namunkata kuncinya dalam pengejahwantahannya adalah bagaimana political will dangood will dari pemerintah, khususnya dalam pengembangan IPTEK dan SumberDaya Manusia (SDM). Nampaknya konsistensi pemimpin bangsa ini menjadisalah satu komitmen yang harus terus diusahakandan digelorakan, sehingga apasaja yang pernah dirintis dan dicapai bangsa Indonesia tempo dulu perlu ditengokdan dipertimbangkan lagi untuk dipertimbangkan kelanjutnya.Apabila kita tengok kebelakang bagaimana dunia kedirgataraan kita(Nurtanio embrio dari IPTN dan PT DI) pernah mampu menciptakan pesawatgelantik dan pesawat latih untuk sekolah penerbangan. Di samping itu pada tahun1970 bangsa ini telah mampu menciptakan propellant sendiri,dan ini berakibatpositif pada Lembaga (Koesnadi Kardi,2009).. Lapan yang telah mampu meluncurkanroket yang tidak mengecewakan di masa itu. Apalagi setelah itu Indistri PTDI kitamampu menciptakan Pesawat terbang dengan berbagai seri, hingga pesawatterbang CN seri Tetuko (anak Gatutkaca). Sungguh suatu prestasi membanggakanyang perlu dibangkitkan kembali agar kemampuan IPTEK putra-putra terbaikbangsa ini dapat dioptimalkan untuk kebaikan dan kebanggaan bangsa sendiri dapat dipertimbangkan lagi kelangsungannya. Ini tentunya juga akan berdampatpositif pada prestise bangsa Indonesia.Apabila kita melihat sejarah bangsa ini, dimasa lalu kita pernah berjayadengan hasil pangan (padi) yang swasembada. Dan kini sejarah itu akan terusdiusahakan terulang lagi. Dibalik keberhasilan dimasa lalu dansekarang akandiupayakan kembali, sebaiknya kita tetap perlu waspada dan terus berusaha untukmencoba bagaimana pengetahuan ilmu dasar (biologi,kimia,fisika danmatematika) dan pertanian perlu diusahakan pengembangannya dalam rangkasenergitas pemenuhan kebutuhan pangan yang berkualitas serta perlu programyang matang / seksama apabila berkehandak untuk mengekspor kelebihan hasilpanen padi yang dimiliki. Dalam arti yang lebih fundamental bahwa kebutuhanpangan dalam negeri sudah terpenuhi dengan baik.
Masalah pertumbuhan penduduk dan pangan
Pertumbuhan penduduk dunia khususnya di Negara telah maju seperti;Jerman, Jepang dan Italia menunjukkan angka yang sangat rendah, bahkan adayang minus. Di sisi lain, negara-negara yang sedang berkembang tingkatpertumbuhan penduduknya relative tinggi, bahkan diperkirakan mencapai lebihsetengah milyard manusia di China pada tahun 2030. Demikian juga pada Negaranegaraseperti Pakistan dan India menyumbangkan jumlah penduduk yang cukuptinggi pula. Dan di Indonesia di proyeksikan akan mempunyai jumlah penduduksekitar 307 Juta. Gambaran tersebut tentunya akan menjadi perhatian yang cukup serius bagi kita semua, manakala mayoritas penduduk tersebut mengkonsumsijenis pangan padi-padian.Pada tahun 1950-an hampir semua Negara didunia baik kala itu berstatussebagai Negara masih belum maju dan maju hampir boleh dikatakan tidakmempunyai masalah tentang pangan mereka. Bahkan Indonesia pada tahun 1984-an Negara kita swasembada pangan. Demikian juga pada tahun 1990-an adabeberapa Negara mengalami kekurangan pangan walaupun nampaknyakekurangan pangan tersebut terkonsentrasi di Negara-negara Asia (Misal; India,China,Banglades) dan Negara-negara Afrika. Kelanjutan akan difisit pangandunia tersebut, nampaknya akan tetap berlanjut pada tahun 2030, sehinggaantisipasi tentang hal itu harus sedini mungkin diantisipasi secara positif. Hal initidak boleh hanya menyangkut departemen pertanian yang harus bertanggungjawab. Karena usaha peningkatan produksi padi-padian tidak akan berarti apa-apamanakala laju pertumbuhan penduduk tidak dapat dikendalikan(diatur) denganbaik. Ini berarti jumlah penduduk harus tumbuh, tetapi dalam presentase (%) yangtidak mengawatirkan. Dengan demikian usaha-usaha nyata untuk meningkatkankualitas manusia Indonesia dari sisi pendidikan dan kesehatan juga harusdilakukan secara bersama-sama dengan sector atau bidang-bidang yang lain.Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya krisis pangan, karena jumlahpenduduk yang akan meningkat dimasa dating, maka keluarga berencana akanmenjadi salah satu alternative yang cukup menjanjikan untuk membantumengatasinya. Tetapi apabila usaha peningkatan kuantitas dan kualitas produkpadi-padian mengalami kendala misalnya timbul penyakit yang sulit di basmi,seperti virus, maka kita sebaiknya tidak alergi untuk turut serta menerapkanpenerapan bioteknologi modern/ molekuler, disamping cara-cara klasik juga perluterus dikembngkan.

Pendekatan Bioteknologi Molekuler untuk Ketahanan Pangan
Timbulnya banyak penyakit pada tanaman dan buah-buahan dapatmenyebabkan penurunan kualitas hasil panen atau bahkan dapat gagal panen. Halini dapat terjadi manakala serangan virus pada individu tanaman dan bahkanmanusia masih dalam usia sangat mud terjadi, maka kemungkinan seranganpenyakit tersebut terhadap individu hingga mati adalah sangat tinggi. Padahaltanaman yang telah terinfeksi oleh virus akan sulit bagi tanaman tersebutterbebaskan dari virus yang menginfeksinya . Oleh karena virus ini hanyalahsebuah asam nukleat (RNA/DNA) yang terselubungi/dibungkus oleh olehselubung protein/jaket protein (Coat Protein = CP). Dengan demikian carapembasmiannya sebenarnya sangat mudah yaitu dengan cara dibakar. Karenadengan dibakar maka akan menjadi aran atau mati.. Namun apabila penyakittersebut sudah secara meluas menyerang secara sistemik pada individu inangmaka hal tersebut akan mennyulitkan penangannya, karena akan tertular padaindividu yang jumlahnya jutaan dalam kawasan yang cukup luas. Dengandemikian akan mudah kiranya apabila serangan tersebut dapat dilokalisasi dandapat dilakukan tindakan yang cept ,tepat dan terukur.Untuk mengantisipasi hal tersebut maka usaha secara klasik untukmelakukan penyilangan-penyilangan dalam rangka mendapatkan bibit unggul
tanaman padi-padian perlu terus ditingkatkan. Seiring dengan itu rekayasagenetika untuk menciptakan tanaman transgenic yang mempunyai sifat-sifatunggul seperti tahan terhadap serangan virus atau untuk mendapatkan padi-padianyang mengandung gizi tertentu yang lebih tinggi konsentrasinya nampaknya perluterus dikembangkan. Rekayasa genetika dengan memanfaatkan gen tertentu(Misal, gen CP) pada virus yang menyerang pada tanaman, telah membuktikankeandalanya dalam memproteksi tanaman tersebut dari serangan virus yangbersangkutan. Dalam kasus ini dengan dimasukkannya gen CP dari virusJohnsongrass Mosaic (JGMV) pada tanaman jagung, maka tanaman jagungtersebut telah menunjukkan kekebalanya dari serangan virus JGMV.Dengan dikuasinya teknologi transformasi genetic untuk ketela pohon(Cassava), maka memungkinkan untuk menciptakan tanaman pangan dari varietasini yang jumlahnya banyak sekali, untuk menghasikan tanaman kebal terhadapserangan Cassava Mosaic Virus. Selanjutnya upaya manusia untuk mengembangbiakansecara besar-besaran dengan kualiatas dan kuantitas yang bagus adalahsuatu yang mendesak untuk dilakukan, dalam rangka pemenuhan danpenyelamatan tersedianya makanan di Negara-negara Afrika. Di samping jenismakanan tersebut, upaya manusia untuk menciptakan kualiatas padi yangmengandung jenis kandungan gizi tertentu terus usahakan, seperti Golden riceyang mengandung banyak beta carotene. Uji laboratorium terhadap beras ini terusdilakukan sampai hasil yang diharapakan dapat dicapai, sebelum padi ini benarbenardilepas untuk para petani.
Penemuan-penemuan sejenis untuk menciptakan tanaman transgenicdengan memanfaatkan gen tertentu dari beberapa organisme yang menyerangtanaman,menunjukkan keberhasilannya, dan ini telah mampu membuka cakrawalabaru dalam menghasilkan tanaman yang unggul yang bebas dari penyakit. Dandihasikannya produk pangan yang mengandung gizi tertentu yang lebih baik.Dengan demikian hal ini tentunya, akan berdampak positif pada kehidupan bangsadan akhirnya akan bermanfaat dalam ikut serta menciptakan ketahanan pangandunia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar